Senin, 30 November 2009

Apa vampir itu nyata?


Countess Elizabeth Báthory, adalah seorang bangsawan yang hidup di Hungaria, pada abad pertengahan (1560 s/d 1914), dia adalah seorang pembunuh yang luarbiasa kejam dan sangat mengerikan, korban pembunuhannya luar biasa banyak dengan jumlah lebih dari 600 orang. Dan seorang vampir peminum darah, yang benar- benar hidup dalam kehidupan nyata.

Elizabeth Báthory dilahirkan pada 7 Agustus 1560, putri dari keluarga bangsawan dari Nyírbátor, Hungaria, dan menghabiskan masa kecilnya di Puri Ecsed. Ayahnya adalah George Báthory dari Ecsed, saudara dari Andrew Bonaventura Báthory, dari Transylvania, sementara ibunya Anna Báthory (1539-1570), anak perempuan Stephen Báthory. Elizabeth juga masih keponakan dari Stefan Báthory, Raja Polandia.

Pada usia 12 tahun Elizabeth ditunangkan dengan Ferenc Nádasdy, seorang bangsawan dari Sarvar.
Pasangan itu menikah pada 8 Mei 1575, di istana kecil Varannó. Ada sekitar 4.500 tamu di pesta pernikahan. Elizabeth kemudian pindah ke Benteng Nádasdy di Sarvar dan menghabiskan banyak waktu untuk dirinya sendiri, sementara suaminya belajar di Wina.
Sebagai hadiah atas pernikahannya Báthory mendapatkan sebuah kastil, yang bernama Csejte Castle, yang terletak di dekat Little Carpathians Trencsén, berada di negara Csejte (sekarang bagian dari Slowakia).
Pada tahun 1578, Nádasdy diangkat menjadi kepala komandan pasukan Hongaria, memimpin pasukan berperang melawan Dinasti Utsmani (Turki).

Pada tahun 1585, Elizabeth melahirkan seorang putri, bernama Anne. Dan tidak lama kemudian disusul lahirnya putri keduanya, yang diberi nama Ursula, dan disusul kemudian dengan lahirnya putra pertamanya, diberi nama Andrew. Sayangnya Ursula dan Andrew meninggal pada usia dini.
Setelah itu, Elizabeth melahirkan dua anak lagi, yaitu Katherine dan Paul, yang lahir pada tahun 1598.
Suami Elizabeth meninggal pada tahun1604, pada usia 47 tahun, akibat cedera dalam pertempuran yang berkepanjangan. Pasangan tersebut telah menikah selama 29 tahun.

Elizabeth yang kesepian sejak ditinggal berperang dan belakangan ditinggalkan selamanya oleh suaminya setelah meninggal, terkadang mengisi waktunya dengan berbagai aktivitas yang ganjil. Seperti membuat ritual khusus untuk mempercantik diri, mempelajari praktek-praktek yang diyakini seputar sihir dan dunia kegelapan.
Dan diperkirakan sejak tahun 1590, Elizabeth Báthory telah melakukan berbagai pembunuhan.

Dan seputar tahun 1610, Beberapa saksi yang terdiri dari pekerja di Sarvar, bangsawan dan juga beberapa saksi dari kalangan rakyat jelata, mulai memberikan kesaksian, seputar pembunuhan yang dilakukan oleh Elizabeth Báthory.
Menurut kesaksian ini, awalnya banyak gadis-gadis petani setempat yang hilang setelah masuk ke kastil, banyak dari mereka tergoda untuk bekerja sebagai pelayan di istana Csejte dengan iming-iming gaji besar.
Selang beberapa bulan kemudian mulailah beberapa putri bangsawan yang dikirim oleh orangtua mereka untuk belajar etiket dan sopan santun kebangsawanan, juga menghilang tanpa kabar.

Sesungguhnya selama beberapa tahun, antara 1602 dan 1604, István Magyari, seorang pendeta Lutheran, mengeluh tentang munculnya desas-desus yang telah menyebar mengenai kekejaman Elizabeth Báthory.
Namun pada masa itu kaum bangsawan adalah golongan yang berpengaruh, memiliki ikatan pertemanan antar bangsawan yang erat, sehingga saling melindungi dan menutupi kesalahan dari sesama golongannya dan bahkan memiliki proteksi terhadap hukum, sehingga sulit untuk menyeret seorang bangsawan ke pengadilan. Kondisi yang tidak jauh berbeda dengan kaum koruptor dimasa sekarang.

Pemerintah Kerajaan Hungaria yang berwenang melakukan penyelidikan, perlu beberapa waktu untuk menanggapi keluhan Magyari. Akhirnya, pada tahun 1610, Raja Matthias menugaskan Juraj Thurzo, seorang petugas dari Hungaria, untuk menangani kasus ini. Thurzo memerintahkan beberapa petugas untuk melakukan penyelidikan dan menempatkan dua notaris untuk mencatat bukti-bukti, mulai Maret 1610.

Setelah bukti-bukti dirasa cukup, Thurzó pergi ke Benteng Csejte pada 30 Desember 1610 dan menahan Báthory beserta empat orang pelayannya, yang didakwa sebagai kaki tangannya. Saat penyelidikan awal Thurzó's menemukan seorang gadis yang tewas dalam kondisi mengenaskan dan seorang gadis lain yang tengah sekarat.
Saat para petugas pendukung datang, mereka melaporkan menemukan lagi wanita-wanita lain yang ditemukan dalam kondisi tersayat, terpotong dan luka parah lainnya, dan sebagian lain ditemukan berada dalam kurungan, dan ruangan-ruangan yang terkunci.

Beberapa saksi melaporkan terdapat kuburan-kuburan baru di sekitar kastil dan wilayah lain dimana Elizabeth Báthory tinggal. Beberapa diantaranya dibongkar guna penyelidikan, beberapa saksi melihat bekas penyiksaan pada mayat.
Menurut kesaksian oleh terdakwa, Elizabeth Báthory menyiksa dan membunuh korban tidak hanya pada Csejte tetapi juga di Sarvar, Sopronkeresztúr, Bratislava, Pozsony, Pressburg, dan Wina, dan bahkan pada tempat-tempat yang berada diantara lokasi tersebut.

Kesaksian yang paling mengerikan, didapat dari orang-orang yang pernah bekerja di kastil adalah, Elizabeth mulai terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh Dorothea Szentes, biasa disebut Dorka, salah seorang pelayan terdekatnya. Karena pengaruh Dorka, Elizabeth mulai menyenangi kepuasan seksual lewat penyiksaan yang dilakukannya terhadap pelayan-pelayan lainnya yang masih muda. Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan terdekatnya yaitu: suster Iloona Joo, pelayan pria Johaness Ujvari dan seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yang merangkap sebagai kekasih Elizabeth.

Bersama para kru S&M-nya, Elizabeth mengubah Istana Čachtice menjadi pusat teror dan penyiksaan seksual. Para gadis muda yang jadi pelayannya disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan seperti diikat, ditelanjangi lalu dicambuk dan juga menggunakan berbagai alat untuk menyakiti bagian-bagian tubuh tertentu.

Tahun 1600, Ferenc meninggal dan era teror sesungguhnya dimulai. Memasuki usia 40 tahun, Elizabeth menyadari bahwa kecantikannya mulai memudar. Kulitnya mulai menunjukan tanda-tanda penuaan dan keriput yang sebenarnya lumrah di usia tersebut. Tapi Elizabeth adalah pemuja kesempurnaan dan kecantikan dan dia akan melakukan apa saja demi mempertahankan kecantikannya. Suatu saat seorang pelayaan wanita yang sedang menyisir rambutnya secara tidak sengaja menarik rambut Elizabeth terlalu keras. Elizabeth yang marah kemudian menampar gadis malang tersebut. Darah memancar dari hidung gadis itu dan mengenai telapak tangan Elizabeth. Saat itu Elizabeth disebutkan 'menduga dan percaya' bahwa darah gadis muda memancarkan cahaya kemudaan mereka. Serta merta dia memerintahkan pelayannya, Johannes Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis tersebut, menariknya keatas bak mandi dan memotong urat nadinya. Ketika si gadis meninggal kehabisan darah, Elizabeth segera mesuk kedalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah. Dia menemukan apa yang diyakininya sebagai 'Rahasia Awet Muda'.

Ketika semua pelayan mudanya sudah mati, Elizabeth mulai merekrut gadis muda di desa sekitarnya untuk dijadikan pelayan di Kastilnya. Nasib mereka semuanya sama , diikat diatas bak mandi kemudian urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka menetes habis kedalam bak mandi. Seringkali Elizabeth berendam didalam kolam darah sambil menyaksikan korbannya sekarat meneteskan darah hingga tewas. Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tersebut untuk mendapatkan apa yang ia sebut 'inner beauty'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar