Selasa, 17 April 2012

Bagaimana asal mula telur paskah?



Tradisi telur serta kelinci berawal dari kepercayaan Pagan yang sama sekali tidak terkait dengan tradisi Kristen, menghormati hari kematian dan kebangkitan Yesus. Menurut Pusat Sastra dan Kebudayaan Anak-anak Universitas Florida, asal-usul perayaan kelinci dan telur Paskah dapat ditelusuri sejak abad ke-13. Tepatnya masa pra-Kristen Jerman, waktu manusia menyembah dewa dan dewi.

Eostra Teutonik adalah satu dewi yang mereka sembah. Untuk menghormati dewi kesuburan dan musim semi ini, manusia di zaman itu mengadakan pesta di Vernal Equinox. Dan simbol yang mereka gunakan sebagai penanda kesuburan adalah kelinci. Sebab hewan mamalia satu ini identik dengan tingkat reproduksi yang tinggi. Sedangkan telur merupakan simbol kuno dari kesuburan.

Telur dan kelinci kemudian masuk dalam peringatan Paskah.  Tapi tradisi itu baru ada ketika Katolik yang dibawa Roma menjadi agama dominan di Jerman pada abad ke-15. Tradisi Paskah pun bercampur dengan kepercayaan Pagan yang sudah mendarah daging.

Legenda Kelinci Paskah pertama didokumentasikan di tahun 1500-an. Kemudian pada 1680, muncul cerita pertama tentang kelinci yang bertelur dan menyembunyikannya di taman. Legenda ini dibawa ke Amerika Serikat pada 1700-an, ketika imigran Jerman menetap di Pennsylvania.

Kemudian terbentuklah tradisi membuat sarang bagi kelinci untuk menaruh telur-telurnya. Sarang itu dibuat dari keranjang yang dihias. Dan telur warna-warni yang ditemukan akan ditukar dengan permen atau cokelat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar