Rabu, 29 Juli 2009

Apa itu keloid dan bagaimana cara mengatasinya?

Keloid adalah jaringan parut kulit yang terbentuk, biasanya jaringan ini akan muncul apabila kulit terluka agak dalam dengan kedalaman >0.5cm. tergantung sifat kulit, elastisitas, gula darah dan sebagainya. Apabila betul keloid, tentu saja tidak berbahaya, hanya saja untuk sebagian orang, khususnya kaum perempuan merasa kesal dengan adanya keloid, karena menganggu pemandangan. Warnanya biasanya merah atau agak coklat tergantung dari pigmen kulit. Cara mengatasinya, biasanya menggunakan terapi keloid.

Ada banyak pilihan terapi untuk mengatasi keloid.

1. Penutupan dengan Plaster Silikon

Keloid ditempel dengan plaster yang berisi silikon gel. Plaster ini bisa dikenakan selama 24 jam sehari sampai selama 1 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa gel silikon dapat meningkatkan suhu keloid yang dapat meningkatkan aktivitas kolagenase (enzim yang menguraikan kolagen), sehingga akan menipiskan keloid. Selain itu, adanya hidrasi pada stratum korneum dan tekanan langsung juga merupakan aksi dari gel silikon ini dalam menekan pertunbuhan keloid. Namun perlu hati-hati untuk menghindari dermatitis kontak atau infeksi kulit.

2. Penekanan

Penekanan secara mekanik diketahui merupakan terapi efektif untuk keloid, terutama keloid yang ada di daun telinga, yang biasanya terjadi karena proses tindik telinga. Ada beberapa alat yang didisain untuk memberikan tekanan terhadap keloid agar tidak berkembang. Bentuknya bisa seperti perban yang harus diikatkan kuat-kuat sebelum keloid mungkin akan muncul, misalnya setelah pembedahan. Untuk keloid yang ada di daun telinga, bentuk alatnya lebih khusus. Tekanan yang direkomendasikan adalah 25 mmHg, namun dengan tekanan 5-15 mmHg, hasilnya pun cukup baik.

Mekanisme kerjanya tidak jelas, kemungkinan dengan tekanan akan menyebabkan penurunan tekanan oksigen di bekas luka yang akan menurunkan metabolisme jaringan, proliferasi fibroblast, dan pembentukan kolagen, maka keloid menjadi tidak akan berkembang.

3. Kortikosteroid

Injeksi steroid merupakan terapi pilihan untuk mengatasi keloid. Injeksi steroid bisa merupakan terapi tunggal atau dikombinasi dengan cara lain. Pemberian injeksi steroid saja menunjukkan tingkat kesembuhan 50-100% selama 5 tahun. Namun kekambuhan hingga 9-50% pasien. Jika injeksi steroid dikombinasi dengan pembedahan, maka tingkat kesembuhannya meningkat jadi 85-100%. Jadi setelah operasi pengambilan keloid, diteruskan dengan injeksi steroid secara berulang dengan interval 6 minggu selama 6 bulan, dan hal ini menunjukkan hasil yang baik.

4. Pembedahan

Pembedahan juga merupakan salah satu terapi untuk mengatasi keloid. Namun pembedahan tanpa dibarengi dengan terapi lain masih memungkinkan terjadinya kekambuhan antara 45-100%. Karena itu, operasi ini sebaiknya dikombinasi dengan terapi lain, seperti radiasi, injeksi steroid, terapi tekanan, dll.

5. Radiasi

Radiasi dapat digunakan secara monoterapi atau dikombinasi dengan pembedahan untuk mencegah kekambuhan. Sebagai monoterapi, kekambuhannya bisa mencapai 100%. Jika digunakan dalam dosis besar, kesuksesannya bertambah, tetapi mungkin dapat memicu kejadian kanker dalam jangka waktu 15-30 tahun kemudian.

Waktu yang paling efektif untuk memberikan terapi radiasi adalah 2 minggu setelah pembedahan, ketika fibroblast mulai berkembang biak (proliferasi).

6. Cryotherapy

Terapi ini menggunakan nitrogen cair yang sangat dingin untuk merusak sel-sel keloid dan mempengaruhi pembuluh darah mikro di sekitarnya, sehingga menyebabkan sel-sel kolagen mati. Terapi diulang setiap 20-30 hari. Tingkat ketidakkambuhan dengan menipisnya keloid berkisar 51-74%. Cryotherapy dikombinasi dengan injeksi steroid memberikan tingkat kesembuhan yang lebih besar, mencapai 84%.

7. Terapi Laser

Keuntungan dari terapi laser adalah lebih tepat, trauma jaringan minimal, sehingga bisa mengurangi reaksi radang yang berlebihan. Ada bebeapa jenis terapi laser, antara lain : flash lamp pulse-dyed laser, carbon dioxide laser, argon laser, dan Nd:YAG laser. Carbon dioxide laser dan argon laser bekerja dengan mekanisme yang mirip, yaitu dengan memicu penyusutan kolagen melalui energi panas laser. Pulse-dyed laser memicu microvascular thrombosis, sedangkan Nd:YAG laser bekerja menghambat secara selektif metabolisme dan produksi kolagen.

8. Terapi Interferon

Ini merupakan cara terapi yang terbaru yaitu dengan injeksi ke dalam keloid senyawa interferon (INF) yaitu INF-alpha, INF-beta, dan INF-gamma. Penelitian menunjukkan bahwa interferon dapat mengurangi sintesis fibroblast (penyusun kolagen), dan meningkatkan aktivitas kolagenase. Terapi ini dilakukan segera setelah pembedahan, dengan menginjeksikan 1 juta Unit INF pada kulit sekitar tempat pembedahan. Injeksi berikutnya dapat dilakukan 1-2 minggu kemudian.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar